“Pergilah, Di luar sana ada seseorang sedang menunggu dirimu….”
“ Tidak. Aku tidak ingin pergi. Tidak untuk saat ini.”
“Jangan keras kepala! Aku tak bisa memberi yang kau minta! Nanti kau bisa terluka dan kecewa. Aku…. Aku tak mau melihatmu kecewa dan terluka. Jadi lebih baik kau pergi saja!”
“ Pergi Kemana?! Siapa yang menungguku di luar sana??!”
“ Aku juga tak tahu, tapi kau tak akan pernah tahu jika tak mencobanya. Bergeraklah dan temukan dia!”
“Tidak! Aku tak akan pergi, aku ingin bersamamu di sini. Aku sudah cukup lelah mencari dan saat ini kurasa aku telah menemukan tujuanku di sini. Aku tak akan pergi”
“Jangan Gila! Jangan habiskan waktumu dengan sia-sia untuk hal yang tak pasti hasilnya! Waktumu itu terlalu berharga! Kau layak untuk berbahagia!”
“Apa ada hal yang pasti di dunia?? Tak ada satupun yang pasti di dunia kecuali kematian!”
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Cerita Dua Porsi Nasi Goreng HotSpot
Curhat Gila Rahwana: Sisi yang berbeda (Cukup tahu saja)
Butuh waktu sangaaat lama untukku sampai pada pemahaman ini, tapi akhirnya aku mengerti: Cinta tidak dapat dipaksa. Dan hakekat cinta adalah saat kau bisa merelakannya tanpa terpaksa. Semakin sejati cinta maka semakin rela kau melepaskannya.
SAPTA
Jam dinding menunjukkan
pukul dua dan Sapta masih terjaga. Malam ini ia berada di meja tulisnya,
menuliskan surat ke 999 untuk Kayla. Wanita yang sempurna mencuri hatinya sejak
pertama kali berjumpa. Kata-kata mengalir deras lewat goresan tinta dari pena di
tangannya. Satu-satunya cara bagi Sapta untuk menyampaikan perasaannya adalah
melalui rangkaian kata yang terukir lewat pena, sebab ia tak pernah punya
keberanian untuk langsung berbicara. Di laci meja masih tersimpan 989 surat lainnya, surat yang bahkan tak
pernah ia sampaikan kepada Kayla. Sapta menuliskannya setiap malam sejak ia
berjumpa dengan Kayla.
Langganan:
Postingan (Atom)

